| Image Angga Prasetia |
Mendaki gunung seperti kegiatan petualangan lainnya merupakan sebuah aktivitas olahraga berat. Kegiatan itu memerlukan kondisi fisik pendaki yang prima. Bedanya dengan olahraga yang lain, mendaki gunung dilakukan di tengah alam terbuka yang liar, sebuah lingkungan yang sesungguhnya bukan habitat manusia.
Pendaki yang baik sadar adanya bahaya yang bakal menghadang misalnya saja gunung memiliki suhu udara yang lebih dingin, hembusan angin yang membekukan, kondisi hujan tanpa tempat berteduh, kecuraman permukaan yang dapat menyebabkan orang tergelincir serta risiko jatuhnya batu-batuan. Sifat bahaya tersebut tidak dapat diubah manusia. Hanya saja, sering kali pendaki pemula menganggap mendaki gunung sebagai rekreasi biasa. Akibatnya, mereka lalai dengan persiapan fisik maupun perlengkapan pendakian.
Kegiatan mendaki gunung yang penuh tantangan adalah salah satu cara untuk mengekspresikan diri pada alam dengan cara untuk mengungkapkan kecintaan pada sang pencipta. Boleh dikatakan bahwa mendaki gunung adalah kegiatan spesial yang hanya dilakukan oleh orang orang tertentu sehingga sangat membanggakan karena hanya segelintir orang yang mau dan bisa melakukannya. Namun bagi anda yang tertarik untuk mencoba melakukan pendakian sebuah gunung, ada banyak hal yang perlu anda tahu dan persiapkan sebelum memulai pendakian, diantaranya adalah :
- Rencana
![]() |
| Ilustrasi plan |
Sebelum memulai pendakian, anda harus menyusun rencana dengan matang terlebih dahulu sehingga segala sesuatunya bisa diprediksi sedini mungkin. Membuat rencana untuk mendaki gunung bisa dimulai dari pemilihan gunung itu sendiri. Memilih gunung yang akan didaki akan memudahkan anda mempersiapkan segala sesuatunya termasuk juga mempelajari gunung tersebut.
- Persiapkan mental dan fisik
![]() |
| Ilustrasi Olahraga |
Siapkan mental dan pastikan benar-benar yakin untuk mendaki gunung sehingga tidak ada beban ketika melakukannya. Seorang pendaki gunung harus tabah dalam menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan di alam terbuka. Tidak mudah putus asa dan berani, dalam arti kata sanggup menghadapi tantangan dan mengatasinya secara bijaksana dan juga berani mengakui keterbatasan kemampuan yang dimiliki.
Selain mental, fisik harus sangat diperhatikan. Persiapan fisik sangat diperlukan karena kita akan berjalan lebih jauh dari biasanya. Kita juga harus membawa barang bawaan yang tentu saja tidak ringan Jika kamu baru akan melakukan pendakian untuk pertama kali, sangat disarankan untuk mempersiapkan fisik dengan berolahraga rutin (terutama jogging) beberapa minggu sebelum berangkat. Hal ini akan membuat fisik kita menjadi lebih siap.
- Informasi kondisi gunung yang akan didaki
![]() |
| Ilustrasi Republika.co.id |
Kumpulkan informasi sebanyak mungkin seputar gunung yang akan didaki. Hal ini membantu mengetahui medan yang akan ditempuh nantinya. Informasi bisa didapatkan dengan membaca, browsing, atau langsung menanyakannya pada ahlinya secara langsung. Semakin banyak informasi yang diperoleh, semakin siap juga untuk melakukan pendakian.
Sangat penting untuk menggali informasi mengenai gunung yang akan didaki mulai dari mengetahui rute, apa saja peraturannya, serta anda membutuhkan beberapa informasi mengenai jalur-jalur pendakian. Bekali diri dengan beberapa informasi juga mengenai bahaya-bahaya yang harus dihindari. Lengkapi juga dengan informasi cuaca pada hari mendaki. Walaupun memang di gunung tidak pernah bisa diprediksi cuaca apa yang nanti akan dihadapi.
- Peralatan pendakian
![]() |
| Ilustrasi Kompas Dan Peta |
Membawa alat navigasi berupa peta lokasi pendakian, peta, altimeter (Alat pengukur ketinggian suatu tempat dari permukaan laut) atau kompas. Untuk itu, seorang pendaki harus paham bagaimana membaca peta dan melakukan orientasi. Jangan sekali-sekali mendaki bila dalam rombongan tidak ada yang berpengalaman mendaki dan berpengetahuan mendalam tentang navigasi.
- Peralatan pribadi
Bawalah peralatan pendakian yang sesuai. Misalnya jaket anti air atau ponco, pisahkan pakaian untuk berkemah yang selalu harus kering dengan baju perjalanan, sepatu karet atau boot (jangan bersendal), senter dan baterai secukupnya, tenda, kantung tidur dan matras. Pastikan membawa kantung plastik di dalam backpack. Dalam perjalanan, kantung ini berfungsi untuk menyimpan sampah, pakaian basah, serta memisahkan baju bersih dengan yang kotor. Biasanya beban barang yang dibawa sepertiga dari berat tubuh pendaki, antara 15-20 kilogram.
- Logistik
![]() |
| Ilustrasi Makanan |
Hitunglah lama perjalanan untuk menyesuaikan kebutuhan logistik. Berapa banyak harus membawa beras, bahan bakar, lauk pauk, dan piring serta gelas. Bawa wadah air yang harus selalu terisi sepanjang perjalanan. Siapkan makanan dan air ekstra. Tujuannya untuk mengantisipasi cuaca buruk yang menyebabkan waktu pendakian molor. Jika hanya semalam di puncak gunung bawa makanan yang mengenyangkan, berkalori/karbohidrat tinggi, dan berprotein tinggi seperti telur rebus matang secukupnya, coklat coki-coki dan coklat batangan, biskuit/roti, kacang-kacangan, keju, dan air minum.
- Etika dan peraturan pendakian
![]() |
| Ilustrasi Peraturan |
Harus kita sadari sepenuhnya bahwa seorang pendaki gunung adalah bagian dari masyarakat yang memiliki kaidah-kaidah dan hukum-hukum yang berlaku yang harus kita pegang dengan teguh. Mendaki gunung tanpa memikirkan keselamatan diri bukanlah sikap yang terpuji, selain itu kita juga harus menghargai sikap dan pendapat masyarakat tentang kegiatan mendaki gunung yang selama ini kita lakukan. Jangan pernah sekalipun menyepelekan peraturan. Sedikit saja kita berulah ketika mendaki gunung, maka kita akan menerima akibatnya. Banyak pantangan ketika kita akan mendaki gunung, jika melanggarnya maka akan berujung pada petaka.
- Jangan mencoret-coret dan membuang sampah sembarangan di gunung
![]() |
| Ilustrasi Sampah |
Jangan pernah mencoret-coret di gunung karena bisa merusak keindahannya. Miris rasanya gunung kita bertaburan bungkus plastik dan segala macam sampah. Gunung yang indah menjadi tempat yang kotor dan menjijikkan. Jika tak sanggup membawa sampah kembali saat turun gunung, jangan membawa sampah. jika bisa menghindari membawa plastik, hindari. Maka dari itu, siasati dengan mengemas makanan dengan membuang plastiknya terlebih dahulu di rumah.
Jika memang belum siap mendaki gunung, jangan dipaksakan. Mendaki gunung itu bukan sesuatu yang mudah. Petugas di pos jaga di gunung pun selalu mewanti-wanti bahwa naik gunung itu sesuatu yang berisiko besar. Jika dalam pendakian terjadi masalah, lebih baik turun lagi. Jangan dipaksakan mendaki.
Bekali diri dengan berbagai pengetahuan seputar pendakian termasuk juga cara mengatasi berbagai masalah yang mungkin saja anda akan hadapi. Belajar cara mengatasi masalah mulai dari tersesat, cuaca extreme, penurunan tekanan udara, dan ilmu ilmu pendakian lainnya harus anda pelajari dengan seksama. Dan sangat penting untuk mengetahui cara-cara melakukan pertolongan pertama apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Safety first, itu yang harus selalu ditanamkan di manapun juga. Cari informasi sebanyak-banyaknya terlebih dahulu sebelum naik gunung. Ikuti tips-tips naik gunung yang benar. Jika sudah merasa siap, segera berangkat selagi raga masih kuat. Sekali naik gunung dan tidak ada masalah yang berarti, dijamin bakal ketagihan naik gunung lagi.
| Image Pratama Willy |
Yuk… naik gunung yuk…(Firmansyah)









Tidak ada komentar:
Posting Komentar